Sosok ‘Malo’ yang Jadi Maskot Fornas VII 2023 Jabar di Kabupaten Bandung

 

Jawa Barat didapuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar Fornas (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional) yang ke 7 tahun 2023 mendatang. Dengan venue utamanya yakni berada di Kabupaten Bandung.
Perhelatan Fornas yang ke VII mendatang memilih maskot utamanya diberi nama Malo atau Maung Lodaya. Maung jika dalam bahasa Indonesia adalah berupa Harimau, namun masyarakat Jawa Barat lebih mengenal dengan sebutan Maung.

Malo tersebut terlihat mengenakan kaos putih dilengkapi dengan corak garis berwarna biru, merah, hingga hijau. Kemudian terlihat pada bagian dada terdapat sebuah logo dan dilengkapi dengan tulisan Fornas ke 7.


Dari mimik muka si Malo nampak dengan kondisi selalu tersenyum. Kemudian terlihat dibalik senyumnya terdapat dua giginya yang menonjol ke luar.

Ketua Umum Kormi (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), Denda Alamsyah mengatakan Maung Lodaya dipilih secara langsung menjadi maskot Fornas di Jawa Barat. Pasalnya masyarakat Jawa Barat telah mengenal hewan tersebut sebagai simbol.

“Maung Lodaya seperti kita ketahui sudah banyak menjadi simbol di Jawa Barat, termasuk Kodam III Siliwangi juga menggunakan lambang maung itu sakral,” ujar Denda saat launching maskot Fornas di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (10/11/2022) malam.

Denda pun menyadari bahwa hewan tersebut telah langka dari peradaban. Sehingga saat ini keberadaannya harus terus diinformasikan.

“Kita sadar ini sudah menjadi binatang langka yang harus kita konservasi, makanya kita angkat menjadi Maskot Fornas Ke 7,” katanya.

Dia menilai masyarakat Jawa Barat telah paham bahwa Maung telah menjadi simbol yang sakral. Hal tersebut menjadi acuannya untuk menjadikannya maskot.

“Kalau bicara Maung, itu masyarakat Jawa Barat sudah sangat paham bahwa Maung itu adalah lambang yang sudah di disakralkan di Jawa Barat. Maka, dasar itu yang menjadi pertimbangan dan kami pilih,” jelasnya.

 

“Kabupaten Bandung ini juara umum waktu FORPROV ke 4. Kedua, dukungan penuh dari Bupati nya juga, baik dari sisi anggaran, maupun dari sisi kegiatan, dan terkait pengembangan di sektor lain, kita tahu di Kabupaten Bandung merupakan gudangnya konveksi, Apparel serta yang lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Denda menyebutkan Kabupaten Bandung memiliki dukungan venue yang luar biasa. Sehingga menurutnya bisa menunjang perhelatan Fornas ke 7 mendatang.

“Kemudian kemampuan dukungan venue dan yang lainnya, ada Stadion Si Jalak Harupat dan yang lainnya. Itu akhirnya yang mendorong KORMI Jawa Barat untuk menentukan Kabupaten Bandung sebagai venue utama,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik adanya event Fornas tersebut. Apalagi menurutnya pada tahun 2023 mendatang beberapa event nasional ada di Kabupaten Bandung.

“Pertama Kabupaten Bandung tahun 2023 akan menjalani tiga event yang skalanya luar biasa, ada SUMIT pada bulan April dan Mei, Piala Dunia U-20 pada bulan Mei dan Juni, Fornas ini Juli. Jadi ada event yang berkelanjutan yang akan dilaksanakan di sini, dan itu bisa di lihat bahwa kita sangat siap untuk menggelar event ini,” tegasnya.

Dadang menyebutkan saat ini Kabupaten Bandung sangat kekurangan hotel dalam gelaran Fornas tersebut. Pasalnya diprediksi akan ada 20 ribu peserta yang akan ke Kabupaten Bandung.

“Kita butuh puluhan hotel. Karena ini nuansa bahagia, kemudian kita juga sekarang jadi tuan rumah Porprov 2022, jadi harus saya informasikan kita sudah punya Home Stay di Kutawaringin dan di Pangalengan, itu sudah ada,” kata Dadang.

Dia menambahkan adanya Fornas tersebut bisa menjadi keuntungan bagi UMKM yanga da di Kabupaten Bandung. Dengan itu peningkatan ekonomi akan terjadi.

“Karena Kabupaten Bandung memiliki 15.000 pelaku UMKM dan tentunya akan kita undang, baik itu PHRI atau yang lainnya, untuk menyepakati persiapan apa yang akan kita lakukan. Secara teknis kami siap untuk menyambut kegiatan Fornas ke 7 ini,” pungkasnya.

Bagikan:

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terkait

KORMI KAB. BANDUNG LANTIK 31 KOORCAM

Hj.Emma Dety Dadang Supriatna (Ketua Kormi Kabupaten Bandung) Melantik 31 Koordinator Kecamatan. . Ketua Kormi Kabupaten Bandung Berharap Dengan dilantiknya koordinator kecamatan dapat mengkoordinir Inorga